1. Pengertian Piutang
Sebagai jumlah yang dapat ditagih dalam jumlah tunai dari seseorang atau perusahaan lain.
- Piutang digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Piutang usaha (account receivable)
2. Wesel tagih (notes receivable)
3. Piutang lain-lain (other receivable)
- Pengakuan Piutang Usaha
Pengakuan timbulnya piutang usaha dipengaruhi oleh penjualan barang dagangan.
- Penilaian Piutang Usaha
Setelah piutang tercatat dalam catatan akuntansi, piutang akan dilaporkan sebagai bagian dari aset di neraca. Kerugian ini dicatat sebagai debit pada beban piutang sangsi (beban piutang tak tertagih).
- Perlakuan piutang tak tertagih bisa dilakukan dengan salah satu dari dua metode berikut:
1. Metode Penghapusan Langsung
Metode ini digunakan pada perusahaan yang berskala kecil atau dapat diterapkan pada perusahaan yang tidak dapat menafsirkan kerugian piutang usaha dengan tepat.
2. Metode Cadangan
Penerapan metode cadangan dilakukan dengan prosedur berikut:
1. Akun-akun customer yang tidak dapat tertagih (uncollectible) diestimasi
2. Estimasi piutang tak tertagih
- Piutang dijual untuk dua alasan utama:
1. Menjadi satu-satunya kemungkinan untuk memperoleh kas
2. Bahwa aktivitas penagihan dan perolehan seringkali menghabiskan waktu dan biaya
- Penjualan dengan kartu kredit: perusahaan seperti VISA, Master Card, Diskcover, American Express, dan Dinersclub menawarkan kartu kredit secara rasional.
3 pihak yang terlibat ketika kartu kredit digunakan dalam proses penjualan ritel adalah:
1. Penerbit kartu kredit
2. Peritel
3. Nasabah
- Penilaian piutang wesel
> Penilaian piutang wesel
> Piutang wesel selalu didebit atau kredit sebesar nilai nominalnya
> Rekening cadangan untuk piutang wesel
> Jumlah piutang wesel yang tidak akan dapat diterima pelunasannya
- Pengalihan piutang wesel
> Surat wesel dapat dialihkan dari suatu perusahaan
> Dapat dijual untuk mendapatkan kas
> Penjualan piutang wesel sebelum tanggal jatuhnya disebut pendiskontoan piutang wesel
- Wesel tagih terbayar
Wesel dinyatakan terbayar jika wesel tagih dibayar oleh pembuat wesel secara penuh pada tanggal jatuh tempo.
- Wesel tagih gagal bayar
Wesel yang tidak dibayar secara penuh pada saat jatuh tempo. Wesel tagih yang gagal bayar sudah tidak dapat dinegosiasi lagi, wesel tagih akan diklasifikasikan pada akun piutang usaha.
Selasa, 17 Januari 2017
ASET TETAP, SUMBER DAYA ALAM DAN ASET TAK BERWUJUD
1. Aset Tetap (plant assets)
Sumber daya yang memiliki 3 karakteristik, memiliki bentuk fisik, digunakan dalam kegiatan operasional, dan tidak untuk dijual kekonsumen.
- Prinsip biaya mengharuskan asset tetap dicatat pada harga perolehannya. Penetapan prinsip biaya akan dilakukan beberapa kelompok utama dari asset tetap, seperti:
1. Tanah
2. Pengembangan Tanah
3. Bangunan
4. Peralatan
- Depresiasi
Proses alokasi biaya, bukan penilaian aset yang digunakan untuk mengalokasikan harga perolehan aset tetap menjadi beban selama masa manfaatnya dengan cara yang rasional dan sistematis.
- Depresiasi dapat menggunakan beberapa metode, yaitu:
1. Garis Ukur
2. Unit Aktivitas
3. Saldo Penurunan
- Perubahan Periode Depresiasi untuk menentukan beban depresiasi tahunan yang baru.
2. Sumber Daya Alam (natural resources)
Mencangkup sumber daya yang diatas tanah dan cadangan dibawah tanah seperti minyak, gas, dan mineral lain.
3. Aset Tak Berwujud (intangible assets)
Hak, keunggulan, dan keuntungan kompetitif yang dihasilkan dari kepemilikan atas aset jangka panjang dan tidak memiliki bentuk secara fisik.
- Aset tak terwujud dapat berupa:
1. Hak yang diberikan pemerintah
2. Pengambilan usaha lain
3. Perjanjian monopoli secara khusus
4. Beberapa asset tak terwujud
- Akuntansi untuk aset tidak berwujud dicatat pada harga perolehannya. Harga perolehan atas aset tak berwujud harus dialokasikan sepanjang masa manfaat aset tersebut.
- Macam-macam aset tak berwujud:
1. Hak paten (patent)
2. Hak cipta (copyrights)
3. Merek dagang (trademark)
4. Waralaba
5. Goodwill
6. Analisis
Sumber daya yang memiliki 3 karakteristik, memiliki bentuk fisik, digunakan dalam kegiatan operasional, dan tidak untuk dijual kekonsumen.
- Prinsip biaya mengharuskan asset tetap dicatat pada harga perolehannya. Penetapan prinsip biaya akan dilakukan beberapa kelompok utama dari asset tetap, seperti:
1. Tanah
2. Pengembangan Tanah
3. Bangunan
4. Peralatan
- Depresiasi
Proses alokasi biaya, bukan penilaian aset yang digunakan untuk mengalokasikan harga perolehan aset tetap menjadi beban selama masa manfaatnya dengan cara yang rasional dan sistematis.
- Depresiasi dapat menggunakan beberapa metode, yaitu:
1. Garis Ukur
2. Unit Aktivitas
3. Saldo Penurunan
- Perubahan Periode Depresiasi untuk menentukan beban depresiasi tahunan yang baru.
2. Sumber Daya Alam (natural resources)
Mencangkup sumber daya yang diatas tanah dan cadangan dibawah tanah seperti minyak, gas, dan mineral lain.
3. Aset Tak Berwujud (intangible assets)
Hak, keunggulan, dan keuntungan kompetitif yang dihasilkan dari kepemilikan atas aset jangka panjang dan tidak memiliki bentuk secara fisik.
- Aset tak terwujud dapat berupa:
1. Hak yang diberikan pemerintah
2. Pengambilan usaha lain
3. Perjanjian monopoli secara khusus
4. Beberapa asset tak terwujud
- Akuntansi untuk aset tidak berwujud dicatat pada harga perolehannya. Harga perolehan atas aset tak berwujud harus dialokasikan sepanjang masa manfaat aset tersebut.
- Macam-macam aset tak berwujud:
1. Hak paten (patent)
2. Hak cipta (copyrights)
3. Merek dagang (trademark)
4. Waralaba
5. Goodwill
6. Analisis
Selasa, 10 Januari 2017
PENGENDALIAN INTERN DAN KAS
- Pengendalian internal (internal control) adalah prosedur-prosedur serta proses yang digunakan perusahaan untuk melindungi aset perusahaan.
- Pengendalian intern meliputi semua perencanaan dari suatu organisasi :
2. Meningkatkan akurasi dan kepercayaan dari catatan akuntansi
- Prinsip-prinsip pengendalian intern
2. Adanya pemisahan tugas
3. Prosedur dokumentasi harus dimiliki perusahaan
- Tujuan pengendalian intern
2. Informasi bisnis akurat
3. Karyawan mematuhi hukum
- PENGERTIAN KAS
Kas menurut akuntansi yaitu alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan piutang.
-Kas terdiri dari :
1. Uang kertas
2. Uang logam
3. Cek yang belum disetorkan
4. Rekening tabungan
5. Cek kasir
6. Uang kertas
7. Kas kecil
- Kas kecil : digunakan untuk cadangan kas
- Kas besar : kas keseluruhan dari PT tersebut dan digunakan untuk menyetor uang pertama saja
- Sistem imprest : sistem yang mencatat semua pemasukan kas kecil
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
- Sistem Informasi Akuntansi adalah materi perkuliahan yang berisi tentang penggunaan sistem informasi didalam akuntans, sistem informasi akuntansi sebagai kumpulan dari suatu kegiatan.
5 subsistem informasi akuntansi
- Prinsip sistem informasi akuntansi
1. Keefektifan biaya
2. Tingkat kegunaan
3. Fleksibilitas
- Komponen sistem informasi akuntansi
1. Manusia
2. Transaksi
3. Prosedur
4. Dokumen
5. Peralatan
- Pengembangan sistem informasi akuntansi
1. Analisis
2. Desain
3. Inplentasi (penerapan)
4. Menindaklanjutkan
- Contoh sistem informasi akuntansi
1. Sistem yang digunakan perusahaan produksi
2. Bagian sistem informasi akuntansi yang digunakan perusahaan
- Dokumen pada sistem informasi akuntansi diantaranya :
1. Jurnal penjualan, pada dokumen ini semua penjualan dicatat berdasarkan tanggal dan waktu yang ada
2. Jurnal penerimaan kas, pada jurnal ini hanya mencatat semua aliran kas yang terjadi
3. Jurnal pengeluaran kas, pada jurnal ini mencatat penggunaan kas baik itu pengeluaran tidak terduga ataupun untuk pembelian persediaan barang
4. Jurnal persediaan barang, pada jurnal ini mencatat semua persediaan barang yang masih ada, serta pengeluaran barang yang keluar dari gudang
5 subsistem informasi akuntansi
- Sistem pengeluaran
- Sistem pendapatan
- Sistem produksi
- Sistem manajemen sumber daya
- Sistem buku besar dan laporan keuangan
- Prinsip sistem informasi akuntansi
1. Keefektifan biaya
2. Tingkat kegunaan
3. Fleksibilitas
- Komponen sistem informasi akuntansi
1. Manusia
2. Transaksi
3. Prosedur
4. Dokumen
5. Peralatan
- Pengembangan sistem informasi akuntansi
1. Analisis
2. Desain
3. Inplentasi (penerapan)
4. Menindaklanjutkan
- Contoh sistem informasi akuntansi
1. Sistem yang digunakan perusahaan produksi
2. Bagian sistem informasi akuntansi yang digunakan perusahaan
- Dokumen pada sistem informasi akuntansi diantaranya :
1. Jurnal penjualan, pada dokumen ini semua penjualan dicatat berdasarkan tanggal dan waktu yang ada
2. Jurnal penerimaan kas, pada jurnal ini hanya mencatat semua aliran kas yang terjadi
3. Jurnal pengeluaran kas, pada jurnal ini mencatat penggunaan kas baik itu pengeluaran tidak terduga ataupun untuk pembelian persediaan barang
4. Jurnal persediaan barang, pada jurnal ini mencatat semua persediaan barang yang masih ada, serta pengeluaran barang yang keluar dari gudang
Jumat, 16 Desember 2016
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB (ibd)
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
Disusun oleh :
Nama : Devi
Nawang Wulan
NPM :11216876
1.
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
Menurut kamus besar bahasa
Indonesia Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.
Sehingga bertanggung jawab merupakan berkewajiban menanggung, memikul jawab,
menanggung segala sesuatunya sebagai kesadaran dan kewajibannya.Tanggung jawab
adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Tanggung jawab adalah kesadaran
manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun tidak disengaja.
Tanggung jawab berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang bertanggung jawab, dalam konteks
sosial manusia merupakan makhluk sosial. Masalah tanggung jawab dalam konteks
individual berkait dengan konteks teologis. Manusia sebagai makhluk individual
dan makhluk sosial, manusia memiliki tuntutan yang besar untuk bertanggung
jawab mengingat ia mementaskan sejumlah peranan dalam konteks sosial,
individual ataupun teologis.
Manusia merasa bertanggung jawab
karena ia menyadari akibat baik, atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari
pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian dan pengirbanannya. Untuk
memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha
melalui pendidikan penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa.
Dalam konteks sosial manusia merupakan makhluk sosial. Tanggung jawab
dalam konteks pergaulan manusia adalah keberanian. Orang yang bertanggung jawab
adalah orang yang berani menanggung resiko atas segala yang menjadi tanggung
jawab. Tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu
yang dibebankan terhadap seseorang. Kewajiban merupakan bandingan terhadap hak,
dan tidak mengacu pada hak. Maka tanggung jawab adalah tanggung jawab terhadap
kewajiban.
Status dan
peranan menentukan kewajiban seseorang, kewajiban dibagi menjadi dua bagian,
yaitu:
1. Kewajiban terbatas: Kewajiban tanggung jawab diberlakukan
kepada setiap orang,
sama, tidak
dibeda-bedakan.
2. Kewajiban tidak terbatas: Kewajiban tanggung jawab
diberlakukan kepada semua orang, tanggung jawab terhadap kewajiban nilainya
lebih tinggi, sebab dijalankan oleh suara hati, seperti keadilan dan kebajikan.
Orang yang bertanggung jawab dapat memperoleh kebahagiaan, sebab dapat
menunaikan kewajiban. Sebaliknya, orang yang tidak bertanggung jawab akan
menghadapi kesulitan, sebab ia tidak mengikuti aturan, norma, atau nilai yang
berlaku.
2. MACAM TANGGUNG JAWAB
Menurut sifat dasar manusia adalah makhluk bermoral tetapi manusia juga
seorang pribadi. Dalam hal ini manusia tak luput dari kesalahan, kekeliruan,
baik disengaja maupun tidak.
a.
Tanggung
jawab kepada keluarga
b.
Tanggung
jawab kepada masyarakat
c.
Tanggung
jawab kepada Bangsa/Negara
d.
Tanggung
jawab kepada Tuhan
3. PENGABDIAN
Pengabdian adalah perbuatan baik berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga
sebagai perwujudan kesetiaan, atau ikatan dan semua dilakukan dengan ikhlas.
Timbulnya pengabdian itu hakikatnya ada rasa tanggung jawab.
a.
Pengabdian
kepada keluarga
b.
Pengabdian
kepada masyarakat
c.
Pengabdian
kepada Negara
d.
Pengabdian
kepada Tuhan
4. KESADARAN
Kesadaran adalah keinsyafan akan perbuatannya. Sadar artinya merasa, tahu
atau ingat (kepada keadaan yang sebenarnya), keadaan ingat akan dirinya, ingat
kembali (dari pingsan), siuman, bangun (dari tidur) ingat, tahu dan mengerti.
Jadi,
kesadaran adalah hati yang telah terbuka atau pikiran yang telah terbuka
tentang apa yang telah dikerjakan.
Kesadaran moral amat penting untuk diperhatikan orang, karena pelanggaran
moral dapat berakibat merusakkan nama, kesadaran moral perlu dijaga oleh setiap
individu. Semua kesadaran penting, karena ketidaksadaran adalah salah satu hal
yang dapat menggoncangkan atau membuat kepincangan dalam hidup.
5. PENGORBANAN
Pengorbanan berasal dari kata korban, artinya memberikan secara ikhlas,
harta, benda, waktu, tenaga, pikiran, bahkan mungkin nyawa, demi cinta atau
ikatan dengan sesuatu demi kesetiaan, kebenaran.
Perbedaan
antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas, karena
pengabdian tentu ada pengorbanan. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa
pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.
a.
Pengorbanan
kepada keluarga
b.
Pengorbanan
kepada masyarakat
c.
Pengorbanan
kepada Bangsa dan Negara
d.
Pengorbanan
dan kebenaran
e.
Pengorbanan
kepada Agama
6. MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
Manusia disebut sebagai makhluk yang bebas, arti bebas menentukan dirinya
sendiri. Akal dan budi telah menempatkan manusia dalam kedudukan yang
“membahagiakan”. Setiap manusia harus berani menanggung resiko dari apa yang
dilakukan.
Allah telah
menciptakan manusia lengkap dengan segala peralatan, diberi hidup, akal dan
budi.
Setiap anggota masyarakat dituntut tanggung jawab, demi tegaknya
peraturan. Semua perilaku setiap anggota masyarakat harus dapat diterima oleh
masyarakat bersangkutan. Bila melanggar akan mendapat hukuman dari masyarakat,
baik hukuman fisik, maupun non fisik, yaitu dikucilkan dari pergaulan. Hukuman
pengucilan merupakan hukuman yang paling berat, sebab orang dijauhkan dari
pergaulan dengan sesamanya.
Pelanggaran terhadap setiap ketentuan sangat mempengaruhi harga
“kemanusiaannya” atau harga diri individu bersangkutan. Tanggung jawab manusia
yang lain adalah tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
1. PENGERTIAN KEGELISAHAN
Kegelisahan berasal dari kata
“gelisah”. Gelisah artinya rasa yang tidak tenteram dihati atau merasa selalu
khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya), tidak sabar lagi (menanti), cemas dan
sebagainya. Kegelisahan artinya perasaan gelisah, khawatir, cemas atau takut
dan jijik. Rasa gelisah sesuai dengan suatu pendapat yang menyatakan bahwa
manusia yang gelisah dihantui rasa khawatir atau takut.
Manusia suatu saat akan mengalami
kegelisahan kegelisahan (anciety) yang cukup lama akan menghilangkan kemampuan
untu merasa bahagia. Penyebab kegelisahan dapat dikatakan akibat mempunyai
kemampuan untuk membaca dunia dan mengetahui misteri kehidupan, kehidupan yang
membuat mereka gelisah.
Alasan mendasar mengapa manusia gelisah ialah karena manusia
memiliki hati dan perasaan. Bentuk kegelisahan berupa keterasingan, kesepian,
dan ketidakpastian.
Perasaan cemas menurut Sigmund Freud ada tiga macam, yaitu:
1. Kecemasan obyektif
2. Kecemasan neurotik (saraf)
3. Kecemasan moral
2. KEGELISAHAN APA DAN MENGAPA?
Secara lentur, kegelisahan sebagai
rasa tidak tenteram, rasa selalu khawatir, rasa tidak tenang, rasa tidak sabar,
cemas dan semacamnya. Sebagai fenomen yang universal, artinya mampu mendera
manusia , kegelisahan bisa muncul lantaran faktor penyebab yang berbeda-beda.
3. KETERASINGAN
Keterasingan berasal dari kata
terasing, dan kata itu adalah kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri,
tidak dikenal orang sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari pergaulan,
terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi, keterasingan berarti hal yang
berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang
lain.
Terasing atau keterasingan adalah bagian hidup manusia, orang
pasti pernah mengalami hidup dalam keterasingan.
Sebab hidup keterasingan bersumber pada:
1. Perbuatan yang tidak dapat diterima oleh masyarakat.
Perbuatan antara lain: mencuri, bersikap angkuh, sombong atau kaku.
2. Sikap rendah diri
l Sikap rendah diri menurut Alex Gunur
adalah sikap kurang baik. Sikap ini menganggap atau merasa dirinya selalu atau
tidak berharga, tidak atau kurang laku, tidak atau kurang mampu dihadapan orang
lain, sikap ini disebut sikap minder. Sikap rendah diri itu ada sebab-sebabnya,
mungkin cacat fisik, karena sosial ekonominya, mungkin rendah pendidikan,
mungkin pula karena kesalahan perbuatannya.
a.
Keterasingan
karena cacat fisik
b.
Keterasingan
karena sosial ekonomi
c.
Keterasingan
karena rendah pendidikan
d.
Keterasingan
karena perbuatannya
l Kehilangan hak: Baik sikap sombong
atau sikap sejenis maupun sikap rendah diri, bila kita renungkan orang hidup
keterasingan itu karena orang takut kehilangan haknya.
l Usaha untuk mengatasi keterasingan
Keterasingan terjadi
karena sikap sombong, angkuh, pemarah, kaku, tetapi juga karena rendah diri,
perbuatan yang melanggar norma hukum. Untuk mengatasi keterasingan perlu
kesadaran yang tinggi. Orang yang bersikap disadarkan, karena apa yang mereka
lakukan dianggapnya sudah benar semua.
4. KESEPIAN
Kesepian berasal dari kata sepi,
artinya sunyi, lenggang, tidak ramai, tidak ada orang atau kendaraan, tidak
banyak tamu, tidak banyak pembeli, tak ada orang atau kendaraan, tidak banyak
tamu, tidak banyak pembeli, tak ada apa-apa, dsb. Kesepian adalah keadaan sepi
atau hal sepi.
5. KETIDAKPASTIAN
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu
(pikirannya) atau mendua, atau apa yang dipikirkan tidak searah, kemana
tujuannya tidak jelas. Semua akibat pikiran tidak dapat konsentrasi.
Sebab-sebab
terjadinya ketidakpastian
1. Obsesi
Gejala neurose jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang
terus-menerus.
2. Phobie
Ialah rasa ketakutan yang tak terkendalikan, tidak normal, kepada suatu
hal atau kejadian, tanpa diketahui sebab-sebabnya.
3. Kompulsi
Ialah adanya keragu-raguan yang sangat mengenai apa yang telah dikerjakan,
sehingga ada dorongan yang tak disadari untuk selalu melakukan perbuatan yang
serupa berulang kali (neurose).
4. Histeria
Ialah neurosa jiwa disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman
pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, atau sugesti
dari sikap orang lain.
5. Delusi
Menunjukkan pikiran yang tidak beres, karena keyakinan palsu. Tidak dapat
memakai akal sehat, tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan
pengalaman.
Delusi ada 3
macam, yakni:
a.
Delusi
persekusi
b.
Delusi
keagungan
c.
Delusi
melancholis
6. Halusinasi
Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindra. Seperti para prewangan
(medium) dapat digolongkan pada pengalaman halusinasi.
7. Keadaan emosi
Dalam keadaan tertentu seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya sampai
pada keseluruhan pribadinya.
6. MANUSIA DAN KEGELISAHAN
Gelisah tergolong penyakit batin, rasa gelisah sesungguhnya berhubungan
erat dengan keimanan seseorang. Istimewanya penyakit ini dapat menyerang siapa
saja, dari golongan apa, dan bangsa apapun. Dibandingkan dengan rasa takut
daerah operasi lebih luas.
DAFTAR PUSTAKA
Buku Ilmu
Budaya Dasar karya Drs. DJOKOWIDAGDHO, dkk.
MANUSIA DAN KEINDAHAN (ibd)
MANUSIA DAN KEINDAHAN
Disusun oleh :
Nama : Devi
Nawang Wulan
NPM :11216876
Kelas : 1EA22
1. PENGERTIAN MANUSIA
Manusia adalah
makhluk ciptaan ALLAH swt yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk
lainnya, karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis
dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan
kita pun bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau buruk (negatif)
buat diri kita sendiri. Selain itu dapat diartikan manusia secara umum adalah
manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosil. Karena bukan hanya diri sendiri saja tetapi manusia perlu bantuan dari
orang lain. Maka sebab itu manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk
sosial.
l
HUBUNGAN MANUSIA DAN KEINDAHAN
Manusia dan keindahan memang tak bisa
dipisahkan sehingga kia perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang telah
dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni
pertunjukan) yang nantinya dapat menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang
dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur politik. Kawasan
keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai
pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu
keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia.
Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan
siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan identik dengan kebenaran.
Keindahan merupakan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya
mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu
bertambah. Sesuatu yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena
itu hanya tiruan lukisan Monalisa yang tidak indah, karena dasarnya tidak
benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran
menurut konsep dalam seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna
sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.
Manusia yang menikmati keindahan berarti
manusia mempunyai pengalaman keindahan. Pengalaman keindahan biasanya
bersifat terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas
pada dua bidang tersebut.
2. PENGERTIAN
KEINDAHAN
Keindahan berasal dari kata indah yang artinya bagus, permai, cantik, elok,
molek, dsb. Benda yang mempunyai sifat indah yaitu segala hasil seni (meskipun
tidak semua hasil seni indah), pemandangan alam (pantai, pegunungan, danau,
bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut,
kaki, tubuh), rumah (halaman, tatanan, perabot rumah tangga, dsb), suara,
warna, dsb. Kawasan keindahan dan keanekaragaman manusia sangat luas dan sesuai
pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial dan budaya. Keindahan
merupakan bagian hidup manusia dan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Dimana, kapan dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan identik dengan kebenaran, keindahan adalah kebenaran dan
kebenaran adalah keindahan dan keduanya mempunyai nilai sama yaitu abadi,
mempunyai daya tarik yang selalu bertambah, tidak mengandung kebenaran berarti
tak indah. Karena tiruan lukisan Monalisa tidak indah karena dasarnya tidak
benar.
Keindahan bersifat universal artinya tidak terikat oleh selera
perorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
a. Apakah
keindahan itu?
Berbicara keindahan yaitu ke jaman Yunani Kuna, abad ke-18. Pengertian
keindahan
telah dipelajari oleh para filsuf. Menurut The Liang Gie, keindahan itu
diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Perancis “beau”, Italia dan Spanyol
“bello”, berasal dari bahasa latin “bellum”. Akar kata yaitu “bonum” berarti
kebaikan mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir ditulis
“bellum”. Menurut cakupan orang membedakan antara keindahan sebagai suatu
kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda yang indah.
Menurut
luasnya dibedakan pengertian :
1) Keindahan dalam arti luas
2) Keindahan dalam arti estetik murni
3) Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungan dengan
penglihatan
Nilai ekstrinsik yaitu sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau
sarana untuk sesuatu hal (instrumental/contributory value), yaitu nilai yang
bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai intrinsik yaitu sifat baik dari
benda yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuan.
Contoh :
1) Puisi, bentuk puisi terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak,
irama disebut nilai ekstrinsik, pesan yang disampaikan kepada pembaca melalui
(alat benda) puisi yaitu nilai intrinsik
2) Tari, tarian Damarwulan-Menakjinggo suatu tarian yang halus
dan kasar dengan segala jenis pakaian dan gerak-gerik tari perang antara
Damarwulan-Menajinggo disebut nilai ekstrinsik, pesan yang disampaikan oleh
tarian ialah kebaikan melawan kejahatan yaitu nilai instrinsik
c. Apa sebab
manusia mencipta keindahan?
Keindahan pada dasarnya adalah ilmiah, alam itu ciptaan Tuhan. Alamiah
artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Bila pemain drama yang
berlebihan, misalnya marah dengan meluap padahal kesalahan kecil atau karena
kehilangan sesuatu yang tak berharga kemudian menangis menaung itu berarti
tidak alamiah.
Ciri-ciri
keindahan menyangkut kualitas hakiki dari segala benda yang mengandung kesatuan
(unity), keseimbangan (balance), keselarasan (harmoni), kesetangkupan
(symetry), dan pertentangan (contrast).
3. MAKNA
KEINDAHAN
Menjawab pertanyaan sekitar apa itu keindahan merupakan pekerjaan yang
sulit. Kalau yang dituntut jawaban yang bisa memuaskan semua pihak.
Sekadar
penguat konstatasi, dilihat beberapa persepsi tentang keindahan yaitu :
1. Keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasa menyenangkan
bagi yang melihat (Tolstoy)
2. Keindahan adalah keseluruhan susunan yang teratur dari bagian
yang saling berhubungan satu sama lain, atau “beauty is an order of parts in
their manual relations and in their relation to the whole (Baumgarten)
3. Keindahan dapat memupuk perasaan moral
4. Keindahan dapat terlepas dari kebaikan (Win Chelmann)
5. Keindahan memiliki proporsi yang harmonis
6. Keindahan sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang (Hume)
Menurut Kant keindahan dapat dilihat dari 2 segi yaitu segi arti yang
subyektif dan segi arti yang obyektif. Arti yang subyektif keindahan sesuatu
yang tanpa harus direnungkan.
Pengelompokkan
yang bisa kita buat sebagai berikut :
1. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar pada titik pijak
atau landasannya
2. Pengelompokan pengertian keindahan dengan berdasar pada
cakupannya
3. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar luas-sempitnya
4. RENUNGAN
Merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu atau memikirkan
sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Setiap kegiatan untuk
merenungkan/mengevaluasi segenap pengetahuan yang dimiliki disebut berfilsafat.
Pemikiran kefilsafatan mendasarkan diri kepada penalaran. Penalaran yaitu
proses berpikir yang logik dan analitik.
Pemikiran kefilsafatan mempunyai 3 macam ciri, yaitu :
1) Menyeluruh artinya pemikiran yang luas, bukan hanya ditinjau
dari sudut pandangan tertentu
2) Mendasar artinya pemikiran yang dalam sampai kepada hasil
yang fundamental (ke luar gejala)
3) Spekulatif artinya hasil pemikiran yang dapat dijadikan dasar
untuk pemikiran selanjutnya.
5. KESERASIAN
Keserasian berasal dari kata serasi, serasi artinya cocok, sesuai, atau
kena benar. Dalam berpakaian sangat diutamakan keserasian warna dan bentuk
serta potongan tubuh. Keserasian identik dengan keindahan. Sesuatu yang serasi
tentu tampak indah dan tidak serasi tidak indah. Kualita yang sering disebut
ialah kesatuan, keselarasan, kesetangkupan, kesimbangan dan
perlawanan/pertentangan. Keserasian tidak ada hubungan dengan kemewahan. Sebab
keserasian merupakan perpaduan antara warna, bentuk dan ukuran, atau keserasian
merupakan pertentangan antara nada-nada tinggi-rendah, keras-lembut, dan
panjang-pendek.
6. KEHALUSAN
Kehalusan berasal dari kata halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut,
sopan, baik (budi bahasa), beradab. Halus bagi manusia itu sendiri ialah sikap,
sikap lembut dalam menghadapi orang. Sikap halus dimiliki orang yang bersikap
rendah hati. Sikap halus atau lembut merupakan gambaran hati yang tulus serta
cinta kasih terhadap sesama.
Akal dan budi merupakan kekayaan manusia tidak dimiliki oleh makhluk
lain. Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi.
Keindahan yang bersifat jasmani ialah keinginan yang dapat menyenangkan indera
manusia. Kodrat manusia selalu medambakan sesuatu yang baik, yang dapat
menyempurnakan manusia. Pada hakikat manusia dituntut untuk menciptakan
keindahan seperti kata John Kets (Andy Zoeltom, 1984) “a thing of beauty is a
joy forever”.
Keindahan subyektif sangat bergantung kepada selera perorangan, karena
memang sangat relatif. Menurut John Kets keindahan obyektif disamakan dengan
kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan.
DAFTAR PUSTAKA
Buku Ilmu
Budaya Dasar karya Drs. DJOKOWIDAGDHO, dkk.
Langganan:
Postingan (Atom)
